Notification

×
Copyright © Terdepan Mengabarkan Tentang Indonesia

Kuliner

Iklan

3 Perusahaan Kelapa Sawit di Tana Tidung Belum Bisa Beroperasi

Detak Terkini
Sabtu, 05 Maret 2022, Maret 05, 2022 WIB


Kepala DPMPTSP, Mochd. Idham Nur meninjau ruang pelayanan perizinan (Foto: Sofyan)


TANA TIDUNG, DetakTerkini.com  – Tiga perusahaan kelapa sawit yang berada di Kabupaten Tana Tidung (KTT) belum bisa beroperasi, padahal telah mengantongi izin dari Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).


Hal ini dikarenakan, Hak Guna Usaha (HGU) lahan yang akan digunakan menjadi perkebunan kelapa sawit belum terbit.

“Perusahaan yang baru nol progresnya ada tiga perusahaan, semuanya bergerak di perkebunan kelapa sawit. Persoalannya bukan hanya di internal mereka, tetapi ada persoalan terkait perolehan lahan yang masih berproses untuk mendapatkan HGU di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kita izin lokasi untuk mengurus HGU ke BPN ini lagi proses, ini menjadi salah satu masalah yang saya dengar,” terang Kepala DPMPTSP Tana Tidung, Mochd. Idham Nur, Kamis (3/3/2022) dikutip dari Koran Kaltara.

Selain itu, kata Idham, ada juga masalah lain mengenai lahan, yaitu adanya klaim pihak lain.

Namun pihaknya telah berupaya membantu, meskipun persoalan lain yang lebih memberikan dampak adalah pandemi Covid-19.

“Beberapa perusahaan ada yang sudah kami bantu menyelesaikan administrasi kebijakan daerah. Yang jelas Pak Bupati dalam hal ini sangat konsen ke situ karena kami menganggap kesejahteraan dan perekonomian masyarakat juga tergantung sektor swasta. Ini juga harus digerakkan supaya tidak bergantung pada APBD saja,” ungkapnya.

Di KTT, banyak investor yang mencari lahan untuk mereka kembangkan, terdapat dua sektor yang menjadi pemain utama, yaitu tambang batu bara dan perkebunan kelapa sawit.

Namun terdapat persoalan yang selama ini menjadi kendala, yaitu keterbatasan lahan.

“Mencari lahan sudah tidak ada lagi, tetapi yang barangkali kami kembangkan adalah bagaimana investor bisa masuk. Saat ini sudah ada 10 perusahaan kelapa sawit yang sudah beroperasi di KTT. Bahkan ada perusahaan yang telah membangun pabrik dengan kapasitas 6 ribu ton perjam CPO.” ucapnya.

Meskipun demikian, pemerintah daerah terus mendorong adanya perusahaan baru yang beroperasi, karena akan memiliki dampak domino ke masyarakat, seperti penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi.

“Ada peluang usaha lain seperti warung, tempat tinggal dan lainya. Dengan adanya perusahaan yang beroperasi akan ada efek domino karena ada uang yang beredar, sehingga daya beli masyarakat semakin tinggi. Itulah tujuan kepala daerah, semangat mendorong semua pemegang izin usaha untuk segera berproses,” paparnya.

Bagi investor, yang mengalami kendala tetapi sudah dapat izin, akan dilakukan inventarisir masalah dan persoalannya, sehingga pemerintah daerah bisa membantu. 
Komentar

Tampilkan

  • 3 Perusahaan Kelapa Sawit di Tana Tidung Belum Bisa Beroperasi
  • 0

FEC MEDIA NETWORK

Topik Populer

Iklan Dalam Feed