Notification

×
Copyright © Terdepan Mengabarkan Tentang Indonesia

Kuliner

Iklan

Rombongan PMI Ditangkap di Malaysia Saat Masuk Secara Ilegal

Detak Terkini
Selasa, 15 Februari 2022, Februari 15, 2022 WIB

 

Para WNI yang tertangkap saat mencoba masuk ke Malaysia secara illegal. (Foto: Istimewa)


NUNUKAN, DetakTerkini.com – Untuk yang kesekian kali, Angkatan Tugas Bersama (ATB) Malaysia kembali menangkap delapan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang nekat masuk secara nonprosedural di negaranya pada Sabtu (12/2/2022) malam.

Mereka ditangkap saat menumpangi sebuah mobil yang dikemudikan warga Kampung Kurnia Jaya, Malaysia, sekira pukul 2.30 WITA atau dinihari.

Sementara, WNI yang dibawa di antaranya dua pria dewasa berumur 38 tahun dan 53-tahun, tiga wanita dewasa berumur 30 tahun hingga 52 tahun.

Tak hanya itu, ATB juga mengamankan anak laki-laki berusia 6 tahun dan dua anak perempuan 9 tahun hingga 11 tahun.

Awalnya, rombongan ini telah terlihat menumpang sebuah speedboat yang tidak terdaftar masuk ke wilayah Tawau.

Namun begitu, dari pemeriksaan ATB, mereka yang diduga berangkat melalui Pulau Sebatik itu tidak membawa barang terlarang.

Saat ini, semua WNI tersebut telah diamankan di Ibu Pejabat Polis Daerah (IPD) Tawau untuk proses lebih lanjut.

Pejabat Fungsi Pensosbud KRI Tawau Emir Faisal, tak membantah kasus penangkapan tersebut saat dikonfirmasi Koran Kaltara.

Dia mengatakan, kemungkinan para WNI ini baru saja menghabiskan cutinya dan ingin kembali setelah pulang ke kampung halaman.

“Kami masih melakukan pengecekan lebih dalam lagi. Memang kasus penangkapan WNI yang masuk secara ilegal sudah banyak terjadi,” ungkapnya kepada Koran Kaltara, Minggu (13/2/2022) dikutip dari Koran Kaltara

Hal ini dikarenakan, kata dia, Malaysia sedang menjalankan operasi benteng  untuk mencegah Covid-19 sejak tahun 2020 lalu.

“Khususnya di perbatasan, Malaysia semakin memperketat pengamanan, kalau tetap nekat masuk ya tertangkap,” jelasnya.

Namun begitu, untuk kasus WNI yang datang secara ilegal tersebut berbeda penanganannya dengan pelaku kejahatan atau kriminal.

“Artinya, nanti setelah disidangkan di Mahkamah, mereka akan diserahkan ke imigrasi. Kalau ada unsur kejahatan, dipenjara dulu baru ke Depo Imigrasi. Nah, hanya pelanggaran keimigrasian saja langsung dirujuk ke Depo,” bebernya. (*)


Komentar

Tampilkan

  • Rombongan PMI Ditangkap di Malaysia Saat Masuk Secara Ilegal
  • 0

FEC MEDIA NETWORK

Topik Populer

Iklan Dalam Feed