Notification

×
Copyright © Terdepan Mengabarkan Tentang Indonesia

Kuliner

Iklan

Polda Kaltara Gagalkan Pengiriman 30 Kg Sabu Tujuan Palu, Pemiliknya dari Malaysia

Detak Terkini
Sabtu, 19 Februari 2022, Februari 19, 2022 WIB

 

Kapolda Kaltara, Irjen Pol Daniel Adityajaya saat menunjukkan barang bukti sabu. (Foto: Agung Riyanto)

TANJUNG SELOR, DetakTerkini.com – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara berhasil menggagalkan pengiriman narkotika jenis sabu-sabu seberat 30,72 kilogram pada tanggal 10 Februari 2022.

Barang haram tersebut dikirim dari Tawau, Malaysia dengan tujuan akhir Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Dalam keterangan tertulisnya, dengan menggagalkan pengiriman 30,72 kg sabu ini diperkirakan dapat menyelamatkan 60 ribu masyarakat dari penyalahgunaan narkotika.

Kapolda Kalimantan Utara, Irjen Daniel Adityajaya menjelaskan, penangkapan dilakukan di Tower Pancang Kembar, Perairan Laut Bunyu, Kabupaten Bulungan pada pukul 00.10 Wita.

Sabu tersebut dikemas dalam 28 kotak. Sebanyak 22 kotak di antaranya disimpan dalam koper berwarna biru. Kemudian 6 kotak lainnya dililit dengan lakban dan dimasukkan ke dalam tas.

“Barang bukti yang bisa diamankan 28 bungkus sabu seberat 30,72 kilogram, satu buah koper warna biru, satu buah tas punggung warna hitam, satu buah plastik merah, satu unit handphone dan satu unit speedboat serta mesinnya,” ungkap Daniel, Jumat (18/2/2022) dikutip dari Koran Kaltara.

Tersangka yang berhasil diamankan dalam penangkapan tersebut berjumlah dua orang, yakni MH (32) dan (41). Keduanya saat diinterogasi mengaku berkebangsaan Malaysia.

Sementara itu, sabu tersebut juga dikemas oleh warga negara Malaysia berinisial W di Tawau. Saat ini ia pun telah berstatus DPO (daftar pencarian orang).

“MH dan A ini bertugas sebagai pengantar atau kurir. Rencananya akan diambil saudara U untuk dibawa ke Sulawesi Tengah. Saat ini saudara U sudah berstatus sebagai DPO,” jelasnya.

Kedua tersangka akan dikenakan tiga pasal tentang narkotika. Pertama, Pasal 112 Ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Kedua, Pasal 114 Ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditambah 1/3 (sepertiga).

Ketiga, pasal 132 Ayat (1), yakni percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana Narkotika dan Prekursor Narkotika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111, Pasal 112, Pasal 113, Pasal 114, Pasal 115, Pasal 116, Pasal 117, Pasal 118, Pasal 119, Pasal 120, Pasal 121, Pasal 122, Pasal 123, Pasal 124, Pasal 125, Pasal 126, dan Pasal 129, pelakunya akan dikenakan pidana penjara yang sama sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal-Pasal tersebut.

Adapun, Daniel menyampaikan jika barang bukti sabu nantinya akan dites menggunakan alat saat hendak dilakukan pemusnahan.

Tersangka Mengaku Pertama Kali Menjadi Kurir

Direktur Narkoba Polda Kaltara, Kombes Agus Yulianto menambahkan, pengungkapan aksus tersbeut berawal dari informasi adanya pengiriman sabu dari Tawau ke arah Tarakan.

Ia kemudian mengirim anggota untuk melakukan pengecekan sekitar tiga hari di perairan Bunyu.

“Ternyata pada hari ‘H’ kita temukan ada speedboat yang melaju kencang. Kemudian dilakukan penindakan oleh anggota. Saat itu ditemukan sabu dalam koper dan tas di speedboat tersebut,” kata Agus.

Menurut pengakuan dua tersangka, mereka baru pertama kali melakukan perbuatan tersebut. Namun pihak kepolisian tetap melakukan pendalaman. Mengingat pelayaran dari Tawau menuju Bunyu saat malam hari begitu berisiko.

“Kalau yang bersangkutan tidak menguasai wilayah akan sangat susah karena perairan di sana cukup berbahaya,” imbuhnya.

Saat dilakukan pendalaman di sekitar lokasi penangkapan, penerima sabu diketahui tidak kunjung muncul. Agus memperkirakan jika yang bersangkutan sudah melihat penindakan dari jauh.

“Pemiliknya dari Malaysia, sedangkan pengirimnya kan WN (warga negara) Malaysia, sekarang masuk DPO,” jelasnya.

Agus memastikan tidak ada sabu-sabu yang dibuang ke laut oleh para tersangka. Mereka tidak memiliki waktu untuk melakukan hal tersebut.

“Mereka tidak sempat, karena pada saat itu kami juga menggunakan speedboat yang cepat. Jadi, mereka tidak memiliki waktu untuk membuang barang bukti,” kata Agus.

Kendati kedua tersangka mengaku berstatus warga negara Malaysia, mereka didapati tidak membawa bukti identitas apapun. Pihak kepolisian selanjutnya juga akan melakukan komunikasi dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM).

“Kami akan komunikasikan dengan PDRM. Karena baru diungkap, kami sudah menyampaikan secara lisan. Nanti secara tertulis akan kami sampaikan melalui Mabes Polri,” ujarnya.

Sementara itu, peningkatan jumlah penangkapan dalam beberapa waktu terakhir disebut karena Polda Kaltara semakin giat melakukan penindakan terhadap praktik penyelundupan narkotika.

Secara umum, semua modus penyelundupan tetap mendapat perhatian dan penanganan yang serius.

“Semua sisi bisa menjadi celah untuk mereka, karena penyelundupan narkoba dari Tawau ke Kaltara atau lewat Kaltara ini bisa jalur laut, darat atau udara. Seperti kemarin dari (penangkapan) BNN juga lewat udara akan dikirimnya,” papar Agus. 

Komentar

Tampilkan

  • Polda Kaltara Gagalkan Pengiriman 30 Kg Sabu Tujuan Palu, Pemiliknya dari Malaysia
  • 0

FEC MEDIA NETWORK

Topik Populer

Iklan Dalam Feed