Notification

×
Copyright © Terdepan Mengabarkan Tentang Indonesia

Kuliner

Iklan

KM Rina Putri 2 Tenggelam di Perairan Pulau Bunyu

Detak Terkini
Selasa, 22 Februari 2022, Februari 22, 2022 WIB


Proses evakuasi KM Rina Putri 2 yang dilaporkan tenggelam di Perairan Bunyu akibat cuaca ekstrem Minggu (20/2/2022) malam. (Foto : Istimewa)


TARAKAN, DetakTerkini.com – Kapal penangkap ikan kurau, KM Rina Putri 2 dilaporkan tenggelam di sekitar perairan Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan, Minggu (20/2/2022) sekira Pukul 19.30 Wita. 


Dalam peristiwa tersebut, tiga orang nelayan berhasil selamat, sedangkan kapal masih diupayakan untuk bisa dievakuasi, diangkat dan ditarik ke Tarakan.


Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kaltara mengungkapkan, kapal tenggelam diduga akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada Minggu malam. Awalnya, ia menerima informasi bahwa tiga orang nelayan warga Kelurahan Lingkas Ujung, Tarakan terjebak hujan badai.

“Posisi kapal pada saat itu sedang melakukan penangkapan ikan kurau di perairan Pulau Bunyu. Memang hujan deras, angin kencang dan gelombang besar. Akhirnya, kapal tenggelam dan tersangkut di jangkar,” ungkapnya dikutip dari Koran Kaltara

Tiga korban yang selamat ini akhirnya berenang dan mendekati kapal ponton. Anak buah kapal (ABK) ponton yang melihat kapal tenggelam dan korban mendekat, kemudian datang menyelamatkan korban. Beruntung ketiga korban yang mahir berenang berhasil menyelamatkan diri hingga naik ke atas kapal ponton.

Rustan juga memastikan, korban tidak menderita luka-luka. Sementara untuk kapal nelayan dievakuasi bersama para nelayan dan personel POS AL Bunyu. Hingga Pukul 17.00 Wita kemarin, masih dilakukan evakuasi dengan cara ditarik menggunakan kapal milik PT Pertamina menuju Tarakan.

“Penarikan dengan menggunakan tali tambang sempat terputus. Terkendala juga, karena arus air kencang. Jadi, tunggu air tenang, baru narik,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi kapal saat hendak berangkat dan saat beroperasi masih dalam keadaan baik. Kemungkinan karena kondisi cuaca yang menyebabkan kapal tenggelam. Menurut keterangan korban, kapal sudah tiga hari melaut dan di dalam kapal sudah ada hasil tangkapan.

“Yang jelas kapal habis tenggelam, ada kerusakan. Tapi masih dalam proses dibawa ke Tarakan,” imbuhnya.

Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir, diharapkan Rustan bisa diperhatikan para nelayan. Ia juga mengimbau pada nelayan agar berhati-hati saat beraktivitas di laut pada malam hari. Terlebih lagi cuaca ekstrem saat ini sulit diprediksi. Para nelayan diminta untuk bisa memakai alat keselamatan atau life jacket dan membawa alat komunikasi maupun GPS.

“Buktinya yang menenggelamkan itu angin barat daya. Padahal kami harapkan itu angin utara barat laut. Kalau kami lihat itu bukan waktunya. Tadi malam (Minggu) kami juga melaut, melihat situasi angin tidak menentu, kami langsung pulang,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Seksi Operasional dan Kesiapsiagaan pada Kantor SAR Tarakan, Dede Hariana saat dikonfirmasi mengatakan baru menerima informasi kapal nelayan tenggelam sekira Pukul 23.00 Wita. Pihaknya langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian, namun ternyata seluruh awak kapal sudah berhasil selamat.

“Dari informasi yang kami terima, ada kapal yang melintas, jadi ketiga korban ikut kapal itu dan selamat semua. Alhamdulillah,” katanya.

Saat menerima informasi, pihaknya sebenarnya juga memonitor kebenaran berita itu karena tidak langsung percaya. Terlebih lagi informasi lewat mulut ke mulut. Namun, setelah koordinasi dan tidak ada yang bisa dikonfirmasi, baik dari instansi atau pemilik, akhirnya pihaknya baru mendapatkan informasi di pagi hari dari Ketua KNTI.

“Spesifikasi kapal dengan mesin berukuran GT-13 terbalik karena gelombang,” sebutnya.

  
Komentar

Tampilkan

  • KM Rina Putri 2 Tenggelam di Perairan Pulau Bunyu
  • 0

FEC MEDIA NETWORK

Topik Populer

Iklan Dalam Feed