Notification

×
Copyright © Terdepan Mengabarkan Tentang Indonesia

Kuliner

Iklan

Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut, Salah Satunya Anak Gubernur Kaltara

Detak Terkini
Rabu, 09 Februari 2022, Februari 09, 2022 WIB

 

Ilustrasi Kecelakaan tragis mobil 


Kaltara, DetakTerkini.com  -Kecelakaan tragis mobil Toyota Camry bernopol B-1102-NDY di Jl Raya Senen, Jakarta Pusat, menewaskan dua orang. Kedua korban tewas setelah mobil tersebut menabrak separator busway hingga terbakar.

Kedua korban tewas adalah seorang laki-laki dan seorang perempuan. Kecelakaan maut itu terjadi pada Senin (7/2) pukul 00.30 WIB.


Belakangan, identitas korban laki-laki adalah AKP Novandi Arya Kharizma (31), putra Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A Paliwang. Informasi ini disampaikan pihak Polda  kalimantan Timur


Kita dapat informasi almarhum terlibat kecelakaan lalu lintas di Jakarta," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Yusuf Sutejo mengutip dari detikcom, Selasa (8/2/2022).


AKP Novandi diketahui menjabat Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polres Berau Polda Kaltim. Yusuf mengatakan AKP Novandi diduga mengemudikan mobil jenis sedan merek Toyota Camry bernomor polisi B-1102-NDY di Jalan Raya Pasar Senen atau tepatnya di seberang Terminal Bus Pasar Senen, Jakarta Pusat, Senin (7/2) dini hari.


Informasi ini juga dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan.


"Ya benar, korban tewas AKP Novandi," kata Zulpan dihubungi terpisah.


Kombes Yusuf mengatakan AKP Novandi berada di Jakarta dalam rangka mengikuti pendidikan kepolisian.


"Benar yang bersangkutan dalam rangka tugas pendidikan di Jakarta. Almarhum merupakan Kasat Polisi Air Polres Berau," katanya.


Polisi mengungkapkan jenazah AKP Novandi dan rekannya mengalami luka bakar 100 persen sehingga sulit dikenali. Jenazah AKP Novandi teridentifikasi berkat data-data odontogram.


"Alhamdulilah jenazah pertama ini kami dapatkan data atau masukkan yang bersangkutan adalah seorang yang kami punya data-data odontogramnya. Ada beberapa bagian yang menentukan atau yang menunjukkan bahwa 100% yang bersangkutan bisa dipastikan bernama Novandi Arya Kharizma, usia 31 tahun," ujar Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Didiet Setiobudi dalam jumpa pers di Pancoran, Jaksel, Selasa (8/2/2022).


Sementara korban perempuan yang tewas bersama AKP Novandi hingga kini masih misterius. Polisi belum berhasil mengidentifikasi korban perempuan tersebut.


"Ya untuk korban kedua, kami masih menganggap ini sebagai orang hilang ya, belum kita ketemukan identitasnya," ujar Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Didiet Setiobudi kepada wartawan di Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (8/2/2022).


Meski ditemukan adanya kartu berobat atas nama perempuan inisial F dalam mobil, namun polisi belum bisa memastikan bahwa F adalah korban tersebut. Polisi masih menunggu pihak keluarga untuk menyampaikan data-data antemortem.


"Kami berharap kalau nanti ada keluarga yang merasa kehilangan bisa membawa data-datanya ke tempat kami, sehingga kami bisa mencocokkan data anthemortem-nya dengan data post-motthem-nya yang sudah kami miliki," imbuhnya.


Meski salah satu korban tewas telah teridentifikasi atas nama Novandi, namun polisi belum mengetahui siapa pengemudi mobil tersebut. Polisi akan mencari tahu lewat rekaman CCTV di lokasi.


"Arah penyidikan selanjutnya, apakan korban yang sudah diidentifikasi ini apakah duduk sebagai pengemudi atau duduk sebagai penumpang tentu ini nanti berdasarkan CCTV kalau ada," ujar Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo dalam jumpa pers di Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (8/2/2022).


Selain itu, Polda Metro Jaya juga akan menggunakan teknologi e-TLE untuk mengetahui lebih lanjut terkait siapa pengemudi mobil tersebut.


"Kami sedang mencari pemeriksaan di e-TLE siapa tahu melintas di lokasi e-TLE, (sehingga) bisa ter-capture. Nanti bisa ketahuan siapa yang mengemudikan mobil tersebut pada malam itu," jelas Sambodo.


Kombes Sambodo menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan itu, tetapi sangat dimungkinkan penyidikan bakal dihentikan. Sebab, dalam kasus ini si pengemudi meninggal dunia.

"Saat ini penyelidikan masih terus berlangsung untuk setidaknya walaupun nanti kemungkinan akan di-SP3 karena kemungkinan ini laka tunggal dan pengemudi meninggal dunia," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (8/2/2022).


Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan pihaknya telah melakukan olah TKP di lokasi sebanyak 2 kali terkait kecelakaan maut itu. Hasil olah TKP, dugaan awal kebakaran terjadi akibat benturan dengan separator. Sambodo juga menduga mobil melaju dengan kecepatan tinggi.


"Memang di depan separator itu ada jalan turunan dari jalan layang Senen dan mungkin dengan kecepatan yang cukup tinggi, sehingga kemudian menabrak separator itu mungkin menimbulkan percikan api," kata Sambodo kepada wartawan di Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (8/2/2022).


Meski begitu, Sambodo mengatakan pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut terkait penyebab terbakarnya sedang Camry tersebut.


"Namun hingga terjadinya kebakaran tersebut masih dalam proses penyelidikan," imbuhnya.

Komentar

Tampilkan

  • Dua Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut, Salah Satunya Anak Gubernur Kaltara
  • 0

FEC MEDIA NETWORK

Topik Populer

Iklan Dalam Feed