Notification

×
Copyright © Terdepan Mengabarkan Tentang Indonesia

Kuliner

Iklan

Diduga Roti Manis Mengandung Zat Berbahaya, Tim Gabungan Terpadu dari Pemkab Malinau Turun Mengecek ke Lapangan

Detak Terkini
Selasa, 01 Februari 2022, Februari 01, 2022 WIB

 

Tim Terpadu Pemkab Malinau saat melakukan pemeriksaan roti manis yang diduga mengandung bahan berbahaya.  (Foto: Sollaimansyah)


MALINAU, DetakTerkini.com – Menanggapi dugaan adanya  roti manis mengandung bahan tambahan pangan (BTP) yang berbahaya, tim gabungan terpadu dari Pemkab Malinau turun mengecek ke lapangan.

Mengutip dari Koran Kaltara, tim gabungan terpadu yang dikoordinir Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Drs Kristian Muned., Msi,; Kepala Dinkes PPKB dr John Felix Rundupadang; Kepala Badan Satpol PP, Linmas dan Damkar H. Kamran Daik; serta Disperindagkop, Dinas Ketahanan Pangan dan pertanian melakukan edukasi ke beberapa titik warung yang dititipi roti manis tersebut.

Tim dibagi menjadi dua bagian, rombongan pertama melakukan pemeriksaan di wilayah Desa Malinau Seberang, Kecamatan Malinau Utara dan Desa Malinau Kota, Kecamatan Malinau Kota, pada Senin (31/1/2022) siang.

Bahkan, dari beberapa warung atau toko ditemukan beberapa sampel roti manis tersebut yang disinyalir memiliki bahan tambahan.

Kristian Muned mengatakan,  tim terpadu turun ke lapangan atas arahan dan instruksi langsung dari kepala daerah.

Dikatakannya, dalam pengecekan tersebut, tim diarahkan untuk lebih memberikan edukasi kepada pemilik warung apabila ditemukan roti manis tersebut.

“Saat kami bersama sama tadi, sudah ditemukan yang diduga berbahaya. Dan tim sudah arahkan agar ditarik untuk tidak diperjualbelikan dulu,” jelasnya

Sementara Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinkes PPKB Malinau, Imelda Ratu M menjelaskannya, pihaknya sudah mengambil sampel terhadap roti manis yang diduga mengandung zat berbahaya tersebut.

“Nah dari tiga parameter yang sudah kami periksa. Ternyata kami temukan kandungan formalin. Tapi itu masih berdasarkan hasil pemeriksaan dari Dinkes,” ujar Imelda.

Namun, hasil yang ditemukan ini sebenarnya belum dapat disampaikan ke publik.

“Kami harus kirimkan ke laboratorium BPOM Tarakan dulu. Jadi kami akan menunggu hasil yang sebenarnya dari laboratorium BPOM Tarakan,” jelasnya.

Ternyata, kata Imelda, pihak Dinkes Kabupaten Bulungan juga menemukan kasus serupa dengan roti manis dengan merek dagang yang sama.

“Karena kami sama-sama menemukan itu. Maka tim turun juga,” ujar Imelda.

Untuk sampel sendiri, sambung Imelda, pihaknya sudah mengambil satu dan telah dikirimkan ke Laboratorium BPOM Tarakan.

“Hasilnya nanti diketahui kurang lebih satu minggu,” ucapnya.

Pemilik Toko Cahaya, Aldi Imran mengaku sangat berterima kasih kepada tim terpadu yang secara langsung turun dan menyosialisasikan keberadaan roti manis tersebut.

Imran mengatakan akan lebih selektif lagi menerima titipan dari yang tidak memiliki identitas, sesuai dengan arahan dari tim terpadu Pemerintah Kabupaten Malinau.

Komentar

Tampilkan

  • Diduga Roti Manis Mengandung Zat Berbahaya, Tim Gabungan Terpadu dari Pemkab Malinau Turun Mengecek ke Lapangan
  • 0

FEC MEDIA NETWORK

Topik Populer

Iklan Dalam Feed