Notification

×
Copyright © Terdepan Mengabarkan Tentang Indonesia

Kuliner

Iklan

Balita Stunting di Nunukan, kini Sakit Parah hingga Buta

Detak Terkini
Sabtu, 05 Februari 2022, Februari 05, 2022 WIB

 

Fardhan saat menjalani perawatan di RSUD Nunukan, beberapa hari lalu. (Foto: Istimewa)


NUNUKAN, DetakTerkini.com – Di saat anak-anak seusianya selalu aktif bermain tanpa lelah, namun tidak bagi Andi Muhammad Fardhan. Sebab, balita yang sudah berumur 3 tahun 1 bulan ini masih terlihat seperti bayi.

Fardhan merupakan salah satu anak di Nunukan yang menderita stunting sejak berumur 11 bulan.

Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, Fardhan harus rela bolak-balik masuk RSUD Nunukan.

Fardhan divonis menderita penyakit lain, seperti cerebral palsy atau kelumpuhan otak, sesak nafas dan infeksi paru-paru. Bahkan saat ini Fardhan sudah mengalami kebutaan.

Hal ini diungkapkan oleh orangtua Fardhan, Merlisa (26) warga yang tercatat di KTP tinggal di Jalan Hasanuddin atau Sei Bolong, RT 11, Nunukan Utara.

Saat ditemui sejumlah media di RSUD Nunukan, Marlisa mengungkapkan kesedihannya melihat kondisi anak keduanya tersebut.

“Saat lahiran, sehat-sehat saja. Namun umur 5 bulan, di situ baru ketahuan karena terlambat perkembangannya. Tidak bisa tiarap dan sebagainya,” ungkapnya dikutip dari Koran Kaltara

Di saat itu, Fardhan juga tidak menunjukkan pertumbuhannya. Bahkan, Marlisa mengaku anaknya tidak pernah ketawa saat diajak bermain oleh orangtuanya.

“Di situlah, mulai bolak balik masuk rumah sakit. Awalnya demam, namun lama kelamaan mau beranjak setahun, terkena stunting,” ujarnya.

Setelah bolak balik masuk RSUD Nunukan, kondisi gizi Fardhan mulai meningkat dan berat badannya naik menjadi berat 8 kilogram.

“Namun tiba-tiba sakit lagi dan terkena infeksi paru-paru. Seharusnya, anak di usianya ini sudah bisa berjalan. Namun sampai saat ini tidak bisa. Badannya pun begitu- begitu saja tidak bisa berkembang,” sebutnya.

Dia juga mengaku baru mengetahui jika anaknya tidak bisa melihat. “Selama ini, kami kira melihat saja. Tidak ada respons juga, begitu- begitu saja matanya. Kan, fungsi otaknya itu tersambung ke mata,” bebernya.

Namun begitu dia pun masih berharap ada keajaiban sehingga anaknya bisa pulih dan hidup normal kembali.

Mengenai biaya perawatan, dia mengaku hanya mengandalkan BPJS Kesehatan. Sebab, dirinya dan suami bekerja sebagai pabetang rumput laut di Sebatik dengan penghasilan yang masih minim.

“Apalagi, tidak bisa ditinggal sebentar, jadi mau tidak mau harus bawa ke tempat kerja ikat rumput laut. Nanti gantian kami menjaganya,” bebernya.

Alasan inilah membuat dirinya tak bisa merujuk anaknya ke rumah sakit di luar daerah. “Karena butuh biaya besar lagi. Dapat uang darimana?” kata Merlisa. (*)
Komentar

Tampilkan

  • Balita Stunting di Nunukan, kini Sakit Parah hingga Buta
  • 0

FEC MEDIA NETWORK

Topik Populer

Iklan Dalam Feed