Notification

×
Copyright © Terdepan Mengabarkan Tentang Indonesia

Kuliner

Iklan

700 Calon Pelanggan di Sebatik Tengah Menunggu Air Bersih PDAM

Detak Terkini
Sabtu, 26 Februari 2022, Februari 26, 2022 WIB

 

Embung Lapri Sebatik, Nunukan saat ini masih menampung persediaan air bersih PDAM, Jumat (25/2/2022). (Foto: Asrin)


NUNUKAN, DetakTerkini.com – Jika sebelumnya Embung Lapri Sebatik hanya melayani dua kecamatan, yakni Sebatik Utara dan Sebatik Timur, kini kemungkinan juga melayani Sebatik Tengah.

Sebab, saat ini ada ratusan permintaan dari calon pelanggan di kawasan tersebut.

Kepala Bagian Teknik PDAM Tirta Dharma Nunukan, Sulianto mengatakan, rencananya tahun ini akan dipasangi pipa distribusi utama melewati perkebunan, langsung menuju Aji Kuning, Sebatik Tengah.

“Kalau melewati instalasi pelayanan yang ada sekarang ini, agak berat ya karena terlalu tinggi. Nanti, kami koordinasi dengan PU terkait pemasangannya,” jelasnya mengutip dari Koran Kaltara, Jumat (25/2/2022).

Selama ini, Embung Lapri hanya melayani dua kecamatan dengan total pelanggan sebanyak 2.387. Dimana, Sebatik Timur ada 833 pelanggan dan Sebatik Utara 1.554 pelanggan.

“Sementara di Sebatik Tengah itu ada sekitar 700 calon pelanggan. Itu kami dapat dari hasil survei.  Kami jaring dari RT ke RT nya,” sebutnya.

Embung Lapri ini, kata dia, memiliki kapasitas sekitar 500 ribu meter kubik dengan kemampuan 50 liter per detik. Hanya saja, pihaknya mengoperasikan 30-35 liter per detik dengan pengairan 16 jam sampai 18 jam.

“Kalau lahannya itu ada 20 hektare yang belum dibebaskan. Nah, dengan 2 ribuan pelanggan, kami belum sampai 24 jam,” sebutnya.

Untuk kedalaman embung, kata dia, menyesuaikan. Contoh, Embung Bolong, memiliki kedalaman 7 meter, namun tidak seluruhnya dimanfaatkan.

“Lapri itu sekitar 2 meter saja, makanya perlu pengerukan lagi. Tapi, tidak terlalu, karena menyesuaikan luasannya,” sebutnya.

Sejatinya, embung bukanlah milik PDAM, melainkan milik BUMN. Sehingga, PDAM hanya diizinkan untuk mengambil airnya saja.

“Lapri ini sungai dibendung. Produknya, sama dengan Mamolo dan Binusan. Itu sebetulnya lebih berbentuk irigasi, dibuatkan embug, ketika sawah membutuhkan air maka ini digunakan,” terangnya.

Dia mencontohkan di Mamolo yang sudah jarang persawahan lantaran banyak beralih ke rumput laut. “Makanya, kami airnya di Mamolo. Jadi, konsepnya multifungsi,” tutupnya.

Komentar

Tampilkan

  • 700 Calon Pelanggan di Sebatik Tengah Menunggu Air Bersih PDAM
  • 0

FEC MEDIA NETWORK

Topik Populer

Iklan Dalam Feed